Senin, 20 Desember 2010

Tiga Eleman Penunjang Globalisasi

Tiga elemen penunjang globalisasi adalah WTO (World Trade Organisation) semula GATT (General Agrement on Tariffs and Trade), WB (Worl Bank) dan IMF (International Monotery Fund). WTO adalah sebuah lembaga dunia yang mengatur perdagangan agar dapat terciptanya pasar tunggal dan bebas.

Sebagai lembaga yang mengatur perdagangan maka WTO dapat menjatuhkan hukuman kepada negara yang tidak mentaati persetujuan. Misalnya masalah hak patent dan sebagainya.
Badan dunia yang kedua adalah WB (World Bank atau Bank dunia).

Tugas WB adalah memberikan pinjaman pada negara-negara berkembang untuk aneka kepentingan. Tapi salah satu konsekuensinya adalah negara itu harus mau mengikuti kebijakan WB. Bahkan konon WB juga sampai dapat menentukan siapa presiden sebuah negara dan kebijakan ekonomi yang diputuskan sebuah negara.
Misalnya bila bensin suatu saat dinaikkan ini bukan murni merupakan kebijakan pemerintah tapi ada campur tangan dari WB,dengan demikian WB berkuasa di atas sebuah pemerintahan. Ketiga adalah IMF (International Monotery Fund).

Ini adalah kelompok negara-negara industri yang memberikan pinjaman kepada negara berkembang. Pinjaman bisa dengan bunga lunak dan digunakan untuk apa saja,tapi konsekuensinya adalah negara yang dibantu harus mau menjadi pasar. Indonesia sudah lama ditekan IMF sehingga muncul UU Kehutanan, UU Migas, UU Ketenaga listrikan, UU Sumber daya air, Isi UU itu jelas membongkar monopoli negara atas sumber daya alam dan mengijinkan swasta untuk terlibat mengelolanya.

Hal yang lebih mengerikan lagi saat ini adalah jual beli uang,orang dapat membeli uang seperti membeli sabun,dengan kemudahan tehnologi informasi dan komunikasi maka orang dapat membeli uang dimana saja dia inginkan. Pada saat yang tepat dia akan menjual kembali uang itu.
Salah satu pialang uang yang terkenal adalah George Soros. Bila di suatu negara uangnya banyak beredar maka nilai uang itu merosot. Kemerosotan ini akan berakibat negara mengalami krisis ekonomi maka perlu menyesuaikan diri dengan mengambil kebijakan-kebijakan pengetatan dalam bidang ekonomi yang mengakibatkan masalah pengangguran dan kemiskinan. Inggris mengalami pada tahun 1992 akibat Soros menjual $ 15 Milyard. Meksiko mengalami pada tahun 1995 sedangkan Indonesia menjadi korban pada tahun 1997 dimana dollar menembus Rp 20.000/ $1.

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2012 Oca Sulistya
Theme by Oca Sulistya